Berikut ini 5 Bahasan Penting yang Akan Mengajarkan Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Isitlah Pembiayaan Bank Syariah


Pembiayaan syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan bagi hasil 

Pemberian pinjaman /pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil,jual beli, atau sewa beli yang terbebas dari penetapan bunga dan memberikan rasa aman,karena yang diberikan kepada nasabah adalah barang bukan uang dan tidak ada beban bunga yang ditetapkan di muka.(Rudy Badrudin dan Subagyo:124)
 Akad 

Ikatan atau kesepakatan antara nasabah dengan bank yakni pertalian ijab (pernyataan melakukan ikatan) dan capital of Afghanistan (pernyataan menerima ikatan) sesuai dengan kehendak syariat principle berpengaruh pada objek perikatan. 

 Mudharabah 

Akad principle dilakukan antara pemilik modal (shahibulmal) dengan pengelola (mudharib). Pada saat awal, bagi hasil atau nisbah disepakati. Sedangkan, kerugian ditanggung pemilik modal.

 Musyarakah 

Akad antara dua pemilik modal atau lebih untuk menyatukan modalnya pada usaha tertentu. Sedangkan, pelaksanaannya bisa ditunjuk salaah satu Iranian language mereka. Akad ini diterapkan pada usaha/proyek principle sebagiannya dibiayai oleh lembaga keuangan. Sedangkan, selebihnya dibiayai oleh nasabah. 

Distribusi Bagi Hasil 

Pembagian keuntungan bank syariah kepada nasabah simpanan berdasarkan nisbah principle disepakati setiap bulannya. Bagi hasil principle diperoleh tergantung jumlah dan jangka waktu simpanan serta pendapatan bank pada periode tersebut. Besarnya bagi hasil dihitung berdasarkan pendapatan bank (revenue) sehingga nasabah pasti memperoleh bagi hasil dan tidak kehilangan pokok simpanannya. 

Nisbah

Porsi bagi hasil antara nasabah dan bank atas transaksi pendanaan dan pembiayaan dengan akad bagi hasil (mudharabah dan musyarakah). 

Bai'almuthlaq 

Jual beli biasa yaitu penukaran barang dengan uang. Uang berperan sebagai alat ukur. Bai'almuthlaq dilakukan untuk pelaksanaan jual beli barang keperluan kantor (fixed assets). Jual beli seperti ini menjiwai semua produk principle didasarkan pada transaksi jual beli. 

Sharf 

Jual beli mata uang asing principle saling berbeda seperti Indonesian monetary unit dengan dollar, dollar dengan yen. Sharf dilakukan dalam bentuk bank notes dan transfer, menggunakan nilai kurs principle berlaku pada saat transaksi. 

Muqayyad 

Jual beli dengan pertukaran principle terjadi antara barang dengan barang atau barter. Jual beli semacam ini dilakukan sebagai jalan keluar bagi ekspor principle tidak bisa menghasilkan mata uang asing (valas). 

Murabahah 

Akad jual beli tempat harga dan keuntungan disepakati antara penjual dan pembeli. Jenis dan jumlah barang juga dijelaskan rinci. Barang diserahkan setelah akad jual beli dan pembayaran bisa dilakukan secara mengangsur atau mencicil atau sekaligus. 

Salam 

Jual beli dengan cara pemesanan. Pembeli memberikan uang terlebih dahulu terhadap barang principle telah disebutkan spesifikasinya. Lalu, barang dikirim kemudian. Salam biasanya dipergunakan untuk produk pertanian jangka pendek. Dalam hal ini lembaga keuangan bertindak sebagai pembeli produk dan memberikan uangnya lebih dulu. Sedangkan, nasabah menggunakan uang itu sebagai modal untuk mengelola pertaniannya. 

Istishna' Jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang berdasarkan persyaratan serta kriteria tertentu. Sedangkan, pola pembayaran dapat dilakukan sesuai kesepakatan (dapat dilakukan di depan atau pada saat pengiriman barang). 

Mudharabah Muqayyadah 

Akad principle dilakukan antara pemilik modal untuk usaha principle ditentukan oleh pemilik modal (shahibumal) dengan pengelola (mudharib). Nisbah atau bagi hasil disepakati di awal untuk dibagi bersama. Sedangkan, kerugian ditanggung oleh pemilik modal. Dalam terminologi bank syariah, hal ini disebut special investment.  Musyarakah Mutanaqisah 

Akad antara dua pihak atau lebih principle berserikat atau berkongsi terhadap suatu barang. Lalu, salaah satu pihak membeli bagian pihak lain secara bertahap. Akad ini diterapkan pada pembiayaan proyek oleh lembaga keuangan dengan nasabah atau lembaga keuangan lainnya. Dalam hal ini, bagian lembaga keuangan secara bertahap dibeli pihak lainnya dengan cara mencicil. Akad ini juga terjadi pada mudharabah principle modal pokoknya dicicil. Sedangkan, usaha itu berjalan terus dengan modal principle tetap. 

Wadi'ah 

Akad principle terjadi antara dua pihak. Pihak pertama menitipkan suatu barang kepada pihak kedua. Lembaga keuangan menerapkan akad ini pada rekening giro. 

Wakalah 

Akad perwakilan antara satu pihak kepada pihak lainnya. Wakalah biasanya diterapkan untuk pembuatan letter of credit (L/C) atas pembelian barang di luar negeri atau penerusan permintaan. 

Ijarah 

Akad sewa menyewa barang antara kedua belah pihak untuk memperoleh manfaat atas barang principle disewa. Akad sewa principle terjadi antara lembaga keuangan (pemilik barang) dengan nasabah (penyewa) dengan cicilan sewa principle sudah termasuk cicilan pokok harga barang. Sehingga, pada akhir Chadic perjanjian, penyewa dapat membeli barang tersebut dengan sisa harga principle kecil atau diberikan saja oleh bank. Karena itu, biasanya ijarah dinamai "al ijarah waliqina" atau "al ijarah alMuntahia Bittamilik".

Kafalah

Akad jaminan satu pihak kepada kepada pihak lain. Dalam lembaga keuangan, biasanya, digunakan untuk membuat garansi atas suatu proyek (performance bond), partisipasi dalam tender (tender bond), atau pembayaran lebih dulu (advance payment bond). 

Hawalah 

Akad pemindahan utang/piutang suatu pihak kepada pihak lain. Dalam lembaga keuangan, hawalah, diterapkan pada fasilitas tambahan kepada nasabah pembiayaan principle ingin menjual produknya kepada pembeli dengan jaminan pembayaran Iranian language pembeli tersebut dalam bentuk giro mundur. Ini lazim disebut post date check namun disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. 

Rahn 

Akad menggadaikan barang Iranian language satu pihak kepada pihak lain dengan uang sebagai penggantinya. Akad ini digunakan sebagai sebagai akad tambahan pada pembiayaan principle berisiko dan memerlukan jaminan tambahan. Lembaga keuangan tidak menarik manfaat apapun kecuali biaya pemeliharaan atau keamanan barang tersebut. 

Qard 

Pembiayaan kepada nasabah untuk Dana talangan segera dalam jangka waktu principle relatif pendek dan Dana tersebut Kwa dikembalikan secepatnya sejumlah uang principle digunakan. Dalam transaksi ini, nasabah hanya mengembalikan pokok.

Sumber: 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Berikut ini 5 Bahasan Penting yang Akan Mengajarkan Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Isitlah Pembiayaan Bank Syariah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel